Tadi malam saya bermimpi. Bermimpi bertemu seorang teman di masa lalu. Kenapa seorang bermimpi. Dan kenapa mimpi yang tertentu pula. Mestinya ada penjelasan di balik semua kejadian. Tetapi manusia tidak punya penjelasan untuk semua kejadian. Mereka hanya banyak bertanya tanya. Tapi setelah bangun saya punya penjelasan.
Di masa lalu saya sempat bertanya akan bagaimana jadinya hidup saya di masa depan. Dengan siapa saya hidup, tinggal di mana. Dan apakah saya bahagia? Waktu itu jawabannya hanya gelap yang menggelantung. Sekarang jawabannya jelas. Hidup saya sekarang seperti ini. Pencapaian saya seperti ini.
Jadi mimpi itu merupakan jawaban atas pertanyaan saya di masa lalu. Jawaban terhadap remaja usia belasan tahun yang resah dengan masa depannya. Mungkin jawaban itu juga berlaku untuk saya sekarang ini. Saya yang meresahkan masa pensiun saya. Hanya karena seorang rekan yang segera pensiun berlaku abnormal.
Hidup terlalu gelap dan pelik untuk dijelaskan. Mungkin menikmati hidup detik demi detik jauh lebih bijkasana dari pada meresahkan sesuatu yang tidak pasti.