Sabtu, 24 November 2012

Cara mencari nafkah (2)

Sebenarnya, apa urusannya kita ribut ribut dengan mengkritisi cara mencari nafkah ini. Kontra produktif, itu jawabannya. Sejumlah materi yang didapat secara illegal atau tidak syah, secara alamiah akan kembali dicabut keberadaanya dari orang atau keluarga bersangkutan. Ini bukan soal ilmu eksakta. Ini hanya bisa difahami dari sisi kacamata spiritual atau hukum alam. Sayang tidak setiap orang setuju dengan pendapat ini. Dan buktinya, banyak orang berjaya walau harta mereka diragukan sumber atau asal usulnya.

Akan semakin banyak orang yang tidak sependapat bila hal ini dihubungkan dengan sudut pandang agama. Mereka akan menuding tokoh tokoh agama pun melakukan praktik serupa, bahkan mengatasnamakan agama pula.

Urusannya akan semakin kisruh kalau diteruskan. Saya hanya akan mengatakan, ini kembali kepada keputusan individu. Silakan untuk mengambil keputusan apapun di ranah ini. Namun diingatkan, kosekuensi logis dari setiap keputusan, anda harus siap menghadapinya.

Sejauh yang saya perhatikan, hukum alam masih bekerja. Ia akan merenggut kembali harta yang kita peroleh secara illegal, seberapapun canggih dan amannya. Barangkali memang tak tersentuh tangan hukum formal. Yang kita takutkan adalah karma buruk yang harus ditanggung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar