Urusan cari duit jangan dianggap sepele. Ini akan berhubungan dengan kualitas hidup anda. Masyarakat kita ( Indonesia ) memang agak kurang hirau terhadap cara seseorang atau sebuah keluarga mendapatkan nafkah hidupnya. Bagi masyarakat kita, seseorang atau sebuah keluarga dianggap terhormat dan sukses bila telah memiliki kelebihan harta. Harta yang melimpah ruah tidak menjadikan masyarakat kita kritis bertanya tanya dari mana asal harta sebanyak itu. Apalagi kalau keluarga itu dianggap dermawan, suka bagi bagi duit. Masyarakat kita akan makin apatis. Mereka nampaknya sudah terlalu toleran dengan urusan yang satu ini.
Seorang Pegawai Negeri Sipil yang kaya raya melebihi pendapatannya akan dianggap biasa oleh masyarakat kita. Mereka bisa jadi kebanggaan keluarga besarnya, dan akan dibangga banggakan sebagai pahlawan yang mengangkat harkat derajat keluarga besar. Sekali lagi 'syah'kah perilaku itu?
Hal ini penting untuk dijawab. Bahkan saya berani mengatakan bahwa kualitas suatu bangsa bisa dibenahi dari kualitas cara keluarga bangsa dalam mencari nafkah. Bila aspek illegal banyak mempengaruhi cara mencari nafkah suatu bangsa, maka keberkahan akan sulit didapat. Orang akan berlomba lomba duduk di eksekutif, legislatif, dan yudikatif hanya dengan tujuan untuk meraih kejayaan materi. Ribuan orang menjadi anggota Dewan hanya untuk memperbaiki taraf hirup. Atau malah menjadi anggota Dewan di mata mereka tak ubahnya bursa lowongan kerja. Demikian pula menjadi PNS. Maka kereka datang ke kantor masing masing tiap harinya dengan mindset berapa uang yang dapat mereka bawa ke rumah hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar