Orang tolol (setolol tololnya) kalah sama orang pintar. Orang pintar kalah sama orang yang beruntung, bahkan kalaupun orang yang beruntung itu setolol tololnya orang yang tolol. Makanya, jangan meremehkan orang yang tolol, sebab adakalanya mengalahkan anda yang pinter sekalipun. Coba pikir lagi, betul kan apa yang barusan katakan?
Kalau begitu, apa gunanya menjadi pintar dengan banyak baca buku, sekolah dengan banyak gelar, ikut seminar, beli e-book kalau jatuhnya anda kalah juga sama si tolol yang beruntung?
Oh, friend. Coba selami hakekat. Apakah kamu benar benar menginginkan benda yang dipunyai si tolol beruntung itu? mempunyai cewek seperti cewek si tolol yang beruntung itu? mempunyai kedudukan yang dipunyai si tolol itu? Teman sebangku di SMA si goblog yang sekarang jadi wakil Bupati? Teman kuliah biasa biasa saja yang sekarang mobilnya bejibun dengan apartemen mewah? si remeh yang sekarang jadi selebriti terkenal dan banyak duit karena menjual kebegoannya? perpanjang lagi daftarnya. Maka makin banyak orang tolol yang beruntung.
Barang kali ini soal iri hati, atau soal ego yang yang terusik. Coba pikir lagi. Atau barang kali Tuhan memang sudah gila. Dia memberikan peruntunganNya seenak udelNya saja. Kamu manusia, jangan macam macam, Loe! Apa kecerdasanmu itu bisa mengalahkan Aku?
Oh, hidup memang ruwet. Sometimes, I hate life!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar