Ini kisah nyata. Saya tinggal di kawasan pinggiran kota, dimana tinggal berbagai macam manusia. Mulai dari yang seksi sampai yang menyebalkan. Mulai dari yang pura pura kaya sampai yang kaya beneran.
Pura pura kaya? beneran. Orang tinggal di rumah standar perumahan dengan mobil lumayan keren. Pura pura kaya? beneran. Benar. Sebab kalau kaya kenapa anaknya sampai kurus kayak kurang gizi. Pura pura kaya, atau pelit nih? Saya curiga, jangan jangan kaya dipaksain. Dipaksain tampil kaya demi harga diri. Demikian ruwetkah kehidupan sosial kita. Alah, negara ini saja sudah demikian ruwet bukan?
Lalu orang kaya yang benar benar kaya? wadoh, beneran kaya. Duitnya seperti mata air yang tak pernah kering. Dia tipe orang merantau ke Jakarta dan sukses menaklukkan ibu kota. Orang orang bilang dia dulu hanya seorang sopir angkot. Sekarang mobil macam apapun mampu dia beli. Urusan kawin lagi mah lewat. Pacar, mungkin tidak kehitung. Anak anaknya disekolahkan di sekolah paling top dengan uang jajan yang bikin ngiler anak saya. Tanah hektaran dia beli kayak beli pisang goreng. Para bodyguard dan para jongos siap melayani 24 jam. Investasinya terus merangkak dari waterboom sampai ranch gaya Amerika.
Dari mana dia dapat kekayaan sebanyak itu. Banyak orang yang bertanya. Banyak juga yang akhirnya tak peduli. Apalagi mereka yang hidupnya kecipratan manisnya dolar. Sedikit orang waras hanya bisa geleng geleng kepala. Dimata masyarakat kita, asal kekayaan tidaklah jadi soal. Kesilauan akan harta telah membutakan kehidupan sosial kita.
Pantas saja negara ini benar benar ruwet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar